Sabtu, 15 Desember 2012

BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK





“Aktivitas Bermain dan Aneka Ragam Permainan”



Reguler Mandiri 2010

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
AKTIVITAS BERMAIN

A.      ASAS-ASAS PERKEMBANGAN ANAK
Tidak semua anak mencapai taraf perkembangan yang sama, tetapi semua perkembangan berjalan atas dasar beberapa asas perkembangan. Asas perkembangan itu, antara lain adalah :
1.       Perkembangan dipengaruhi oleh faktor keturunan (heredity) dan faktor lingkungan.
2.       Perkembangan adalah suatu proses yang teratur dan kontinu (berkelanjutan).
3.       Tempo perkembagan tidak rata.
4.       Setiap anak mempunyai tempo perkembangan sendiri.
5.       Proses perkembangan seorang anak terdiri dari beberapa tahap.
Keuntungan mengetahui asas perkembangan anak yaitu :
a.       Memungkinkan guru atau pendidik mengetahui apa yang diharapkan dari seorang anak pada usia tertentu.
b.      Memungkinkan adanya perencanaan agar anak dapat diberi bimbingan dengan sebaik-baiknya.


B.      ALAT PERMAINAN DAN BERMAIN TK
1.       Fungsi Alat Permainan / Mainan
Alat permainan dan bermain yang dipersiapkan di TK hendaknya berfungsi mendidik, member pemahaman dan melatih keterampilan serta pembiasaan. Alat permainana itu misalnya :
-          Mainan untuk melatih otot besar dan kecil.
-          Mainan untuk mengembangkan fantasi.
-          Mainan untuk melatih keterampilan.
-          Mainan untuk mengembangkan daya fikir.
-          Mainan untuk mengembangkan perasaan social emosional anak.
-          Mainan untuk mengembangkan kreativitas.
-          Mainan untuk rasa keindahan.
Sebagai guru kita harus mengetahui fungsi dan cara penggunaan alat permainan tersebut, agar dapat menstimulasi kemampuan anak secara optimal.

2.       Persyaratan Alat Permainan
a.       Menonjolkan fungsi pedagogis sesuai usia dan taraf perkembangan anak.
b.      Ukuran dan betuknya sesuai dengan usia anak.
c.       Aman dan tidak berbahaya bagi anak.
d.      Menarik baik warna maupun bentuknya.
e.      Awet, tidak mudah rusak dan mudah dipelihara.
f.        Murah dan mudah diperoleh.
g.       Jumlahnya mencukupi kebutuhan anak.
h.      Jangan ada bagian yang runcing / tajam, bahannya tidak membahayakan, tidak mengandung racun.
i.         Harus dapat mendorong anak untuk melakukan penemuan-penemuan baru dan melakukan berbagai eksperimen.

3.       Alat Permainan Manipulatif
Permainan manipulative merupakan kegiatan yang berhubungan dengan gerakan dasar yang harus dikembangkan pada anak usia Taman Kanak-Kanak. Permainan manipulatif lebih sering dilakukan diatas meja dengan alat-alat permainan yang disebut mainan meja ( table toys ). Contoh mainan meja antara lain :
-          Papan jamur.
-          Bentuk geometris.
-          Papan lukis.
-          Kuas.
-          Cat.
-          Puzzle.
-          Menara pelangi.
-          Kertas lipat berbagai ukuran dan warna.
-          Dsb.
Sebagian alat-alat tersebut biasanya diletakkan dalam area konstruksi atau area pembangunan. Beberapa diantaranya bersifat self corrective. Alat-alat permainan manipulatif memberikan kesempatan pada anak untuk :
a.       Menyesuaikan bentuk dan warna.
b.      Mengkombinasikan bentuk.
c.       Mengkombinasikan warna.
d.      Melihat hubungan antara bentuk, ukuran, dan warna.
e.      Membuka dan menutup, memasang, menyusun kembali.
f.        Meronce.
g.       Menyusun set mainan.

4.       Tugas Guru dalam Pengadaan Alat-Alat Bermain
Tugas guru dalam pengadaan alat-alat bemain selain memilih, mempersiapkan, mengatur alat-alat bermain yang dibutuhkan, membimbing, menguasai, menjawab pertanyaan anak dan observasi, ada hal lain yang menjadi tugas guru yang akan memudahkan dan memperlancar tugas si anak. Saran bagi guru yang mungkin dapat membantu :
-          Jumlah mainan atau alat bermain harus cukup untuk digunakan satu hari sesuai tema.
-          Tempatkan pada tempat yang terjangkau oleh anak, dan hindari pemenuhan rak-rak dengan mainan.
-          Letakkan beberapa alat bermain di atas meja dalam area kegiatan sebelum anak tiba jika diperlukan.
-          Simpan alat sejenis dalam satu wadah.
-          Rawat semua mainan.
-          Sering-sering menukar mainan dengan persediaan yang disimpan.
-          Biarkan anak memainkan mainan-mainan selama kegiatan bermain bebas.
-          Tempat duduk yang nyaman, penerangan yang baik, serta suhu ruang yang segar ketika anak bermain di dalam.

C.      MERENCANAKAN PENGATURAN LINGKUNGAN BERMAIN DI TAMAN KANAK-KANAK
Merencanakan dan mengatur lingkungan bermain di dalam dan di luar kelas penting dipahami guru TK seperti prinsip-prinsip pengaturan lingkungan dan aspek-aspek lain yang perlu dipertimbangan. Para ahli berpendapat bahwa lingkunga bermain mempengaruhi perilaku manusia. Pengaturan lingkungan sebaiknya didasarkan pada prinsip-prinsip berikut :
-          Disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.
-          Dapat menstimulasi perkembangan anak.
-          Tercipta rasa aman secara jasmani dan rohani.
Mitchell, Bailey, dan Dewsnap (1992), percaya bahwa bak pasir merupakan prioritas utama dalam mendesain tempat bermain di luar, diusahakan seefektif mungkin dengan cara dan alat bermain yang bervariasi sehingga anak tidak dibiarkan hanya dengan kegiatan menuang atau mengayak pasir.
Menurut Frosr dan Klein (1983), alat dan perlengkapan bermain yang bervariasi dan kompleks mempengaruhi tipe-tipe bermain, pemilihan alat, perilaku social serta hubungan verbal anak-anak.
1.       Memperkaya Permainan di Luar
Menurut Frost (1992) halaman bermain yang baik meningkatkan intensitas permainan serta luasnya perilaku bermain anak. Lingkungan bermain di luar ruangan di beberapa TK tidak jarang tampak kaku dan monoton. Baik jenis alat-alat permainannya maupun pengaturannya. Untuk mencegah kejenuhan, guru dapat mengusulkan dan menuangkan idenya dalam pengaturan arena bermain di luar, seperti tempat-tempat berikut ini :
a.       Serambi atau emperan.
b.      Permukaan tanah.
c.       Penghalang jalan.

2.       Lingkungan Bermain di Dalam Ruangan
Aspek-aspek social dari lingkungan bermain merupakan komponen penting dalam merencanakan pengaturan lingkungan di dalam ruang di TK, lingkungan bermain di dalam harus menyenangkan dan memberi rasa aman pada anak.

3.       Aktivitas Bermain Balok, Pasir, dan Air
Aktivitas ini merupakan aktivitas bermain yang digemari anak-anak dan banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan anak secara totalitas. Alat permainan ini menawarkan banyak kemungkinan bagi anak untuk mengungkapkan gagasan-gagasan serta perasaan mereka yang berkembang secara alami.

D.      BERMAIN BALOK
Saat bermain balok anak-anak bebas mengeluarkan dan menggunakan imajinasi serta keinginannya untuk menemukan agar dapat bermain dengan kreatif. Tahap-tahap yang dilalui anak dalam bermain balok menurut Apelman (1984) ada tujuh tahapan bermain balok yang dibuat Harriet Jomson (1982), yaitu :
I.              Balok dibawa anak kemana-mana, tetapi tidak digunakan untuk mebangun sesuatu.
II.            Anak-anak mulai membangun.
III.          Membangun jembatan (usia 3 tahun).
IV.          Membuat pagar untuk memagari suatu ruang.
V.            Membangun bentuk-bentuk yang dekoratif.
VI.          Mulai member nama pada bangunan.
VII.  Bangunan-bangunan yang dibuat anak-anak sering menirukan atau melambangkan bangunan yang sebenarnya yang mereka ketahui.

a.       Belajar Melalui Bermain Balok
-          Fisik motorik.
-          Perkembangan kognitif.
-          Perkembangan social.
-          Perkembangan emosional.

b.      Peran dan Tanggung Jawab Guru dalam Permainan Balok
-          Letakkan balok dalam rak terbuka dan dapat dijangkau anak.
-          Sediakan jumlah unit balok yang cukup.
-          Arena di lantai cukup unutk bermain balok yang jauh dari lalu lalang.
-          Sediakan waktu yan cukup ± 45-60 menit.
-          Tambahkan peralatan dan aktivitas yang sesuai.
-          Beri label pada kotak atau rak.
-          Gunakan balok dengan berbagai cara.
-          Usahakan bermain balok di lantai.
-          Membereskan balok sesudah bermain.
-          Perlu memberikan kegiatan selanjutnya sesudah bermain balok pada anak.
-          Keberadaan guru untuk membereskan balok sering diperlukan.
-          Bimbingan perlu diberikan dengan sangat bijaksana.
-          Guru dapat memberikan stimulasi yang menantang anak untuk mencipta dengan balok-balok.

E.       BERMAIN AIR DAN PASIR
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang penting di TK, karena kegiatan ini sangat menarik dan sangat digemari oleh anak-anak. Bermain pasir dan air juga memberikan kesibukan yang sangat mengasyikkan. Menurut Dogde (1991) cara anak-anak bermain dengan air dan pasir tidak selalu sama. Perbedaan kemampuan ini dikarenakan pengalaman sebelumnya.

1.       Tahapan Bermain Pasir dan Air
Menurut dogde, anak-anak  beraktivitas melalui tahap-tahap yang sama dalam bermain air maupun pasir, walaupun mereka tidak selalu berada dalam tahap perkembangan yang sama.
-          Tahap pertama, eksplorasi sensori-motor yang berhubungan dengan panca indra.
-          Tahap kedua, anak-anak mempergunakan pengalaman dan belajar mereka untuk suatu tujuan.
-          Tahap ketiga, anak-anak menyempurnakan hasil dari tahap-tahap sebelumnya.

2.       Tujuan dan Manfaat Kegiatan Bermai Pasir dan Air
-          Perkembangan motorik kasar terjadi ketika anak bermain pasir dan air seperti ketika mengangkut pasir dan air berulang-ulang anak-anak mengembangkan kekuatan, keseimbangan dan daya tahan tubuhnya.
-          Ukuran, timbangan, hitungan, memecahkan masalah, mengamati, dan bereksplorasi merupakan kegiatan-kegiatan yang menunjang perkembangan kognitif anak.
-          Perkembangan social dan emosional terjadi ketika anak bermain dengan riang gembira, rukun dan sabar, menghasilkan sesuatu yang membanggakan dan meimbulkan rasa puas.



3.       Eksperimen dengan Pasir
-          Membandingkan kapasitas pasir dalam wadah.
-          Membandingkan berat.
-          Dengan sendok dan semen anak-anak menyendok sebanyak-banyaknya psir kering ke dalam ember-ember kecil.

4.       Eksperimen dengan Air
-          Tenggelam dan mengapung.
-          Bermain warna.
-          Bahan berbeda dimasukkan kedalam air.

5.       Perlengkapan untuk Bermain Air dan Pasir
-          Alat yang permanen.
-          Bahan yang harus dibeli.
-          Alat yang dapat dibuat sendiri.

6.       Peran Guru dalam Kegiatan Bermain Pasir dan Air
Guru perlu memperhatikan beberapa hal penting agar bermain pasir dan air berhasil dengan baik sesuai dengan tujuan yang direncanakan.
-          Keamanan.
-          Jumlah anak yang bermain.
-          Penyimpanan peralatan bermain.
-          Tersedianya tempat untuk anak-anak membersihkan diri.
-          Kelengkapan alat-alat yang diatur sedemikian rupa.
-          Kebersihan pasir dan air.

ANEKA RAGAM PERMAINAN ANAK

A.      BERMAIN TERPIMPIN
Dalam kegiatan bermain terpimpin anak tidak bebas, melainkan terikat pada peraturan permainan atau kegiatan tertentu. Aktivitas permainan terpimpin yang dapat membantu guru menciptakan permainan antara lain adalah :
1.       Permainan dalam lingkaran.
2.       Permainan dengan alat.
3.       Permainan tanpa alat.
4.       Permainan dengan angka.
5.       Permainan dengan nyanyian.
6.       Permainan bentuk lomba.
7.       Permainan mengasah panca indra.
Sebelum melaksanakan permainan, sebaiknya guru mempersiapkan alat permainan yang dibutuhkan terutama yang harus dibuat sendiri, seperti cat untuk finger painting, play dough, kartu angka, kartu gambar, kartu majemuk, larutan air sabun dan sebagainya. Contoh aktivitas bermain terpimpin :
1.       Permainan dalam lingkaran.
a.       Mencari teman.
b.      Permainan hadap, balik, bubar.
c.       Saputangan dan bola.
d.      Bola kurang bola lebih.

2.       Permainan dengan alat.
a.       mana sepatuku.
b.      Mencari sambungan.
c.       Bi … bo … creng.
d.      Membuat bentuk-bentuk baru.

3.       Permainan tanpa alat.
a.       Permainan menjala ikan.
b.      Kata polisi.
c.       Makan buat apa?

4.       Permainan dengan angka.
a.       Dengar dan lakukan.
b.      Kegiatan dengan waktu.
c.       Berbaris menurut angka.
d.      Bermain kocok-kocokan.
a.       Cari sejumlah benda.


5.       Permainan dengan nyanyian.
a.       Berain sepatu.

6.       Permainan bentuk lomba.
a.       Lomba lari menjepit bola.
b.      Bola dan papan.
c.       Angin puyuh.

7.       Permainan mengasah panca indra.
a.       Latihan indra pendengaran.
a)      Bunyi music.
b)      Benda jatuh.

b.      Latihan indra peraba.
a)      Kasar-halus-lembut.
b)      Meraba denga kaki.

c.       Latihan indra penglihatan.
a)      Permainan “ lihat baik-baik dan ingat “

d.      Latihan indra pengecap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar